Pengertian, Dasar, Kedudukan, dan Tujuan Silvikultur

0 Comments

pengertian-silvikultur

Dalam pengelolaan hutan dan perkembangbiakan jenis tumbuhan di bidang kehutanan sering disebut sebagai “SILVICULTURE”. Kata SILVICULTURE dikenal oleh para petualang yang sering mengatur pertumbuhan pepohonan. Banyak ahli memberikan definisi dan pemahaman tentang SILVICULTURE untuk mengungkapkan dengan jelas arti sebenarnya.

Definisi tersebut antara lain sebagai berikut: “Silvikultur” adalah:

  • Seni dapat menghasilkan dan memelihara hutan.
  • Menerapkan Ilmu Silvica untuk Merawat Hutan.
  • Teori dan praktek penguasaan, komposisi dan pertumbuhan hutan.
  • Ilmu dan juga seni membudidayakan hutan tanaman.

Dalam literatur lain, budaya hutan ini juga diartikan sebagai suatu kegiatan / kegiatan yang dilakukan untuk menentukan prinsip-prinsip hutan atau dasar lahan agar dapat memenuhi persyaratan optimal untuk pertumbuhan yang maksimal.

Silvikultur juga diartikan sebagai ilmu dan seni mengolah hutan agar mampu menghasilkan dan memelihara hutan. Termasuk teori dan praktek pengendalian, pembentukan komposisi dan pertumbuhan hutan.

pengertian-silvikultur

Definisi silvikultur

Pengertian Silviculutur adalah seni membentuk dan memelihara hutan dalam ilmu Silvika sesuai dengan tujuan tertentu tanpa meninggalkan aspek ekonomi.
Keunggulan silvikultur sendiri dapat berupa keuntungan langsung maupun tidak langsung, misalnya dari hasil hutan kayu atau dari hasil hutan bukan kayu, bersama-sama dengan hasil pengolahan lebih lanjut.

Dasar silvikultur

Dasar silvikultur ini dapat berupa:

  • Ini adalah ilmu biologi sekaligus ilmu ekologi
  • Silvikultur ini selalu dikaitkan dengan sosial ekonomi dan manajemen
  • Konflik ekologi, ekonomi dan administrasi harus diselesaikan
  • Mampu menganalisis populasi pohon serta status sosial ekonomi masyarakat sekitar
  • Silvikultur harus baik dan sifatnya menguntungkan

Status silvikultur

Posisi silvikultur tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

  • Silvikultur seperti agronomi di bidang pertanian
  • Silvikultur terkait dengan silvikultur, fisiologi, perlindungan hutan dan ilmu tanah
    Untuk membuktikan kebenaran formal serta ide-ide baru di lapangan
  • Kerjasama dengan faktor iklim serta tanah
  • Silvikultur dengan metode yang sesuai dalam kegiatan pengelolaan (prinsip konservasi)
  • Manajemen akan mendapatkan keuntungan dari investasinya dalam penggunaan silvikultur
  • Dapat memilih dan mengambil keputusan dalam penerapan teknologi silvikultur

Tujuan silvikultur

Ada berbagai jenis tujuan silvikultur. Adapun tujuan dari silvikultur itu sendiri adalah sebagai berikut:

  • Menentukan pilihan teknologi yang bisa menyalip hutan itu sendiri. Dimana berguna untuk mendapatkan bahan baku kayu (pulp, tripleks, kayu, dll.)
    Sebagai kawasan lindung untuk sumber daya alam hayati atau sebagai sistem perairan. Itu tindakan pengelolaan yang sangat sedikit di wilayah tersebut, jadi hanya dengan meninggalkannya saja, tentunya. Namun, jika terjadi bencana alam, tindakan silvikultur juga diperlukan
  • Sebagai pengembangan dan konservasi hutan juga menghasilkan produk yang dapat berupa kayu dan non kayu, barang dan jasa
    Mengatur struktur tegakan pohon
  • Ketika sebagian ekosistem diubah menjadi ekosistem baru, sebagiannya bisa alami
  • Pemandangan yang menarik juga bagus untuk pemanenan hasil hutan, seperti wisata alam, pengendalian hama dan juga perlindungan air
    Pengendalian komposisi spesies dari sudut pandang ekologi, misalnya stok hutan yang dikelola hanya memiliki sedikit spesies atau sebaliknya dilebih-lebihkan; spesies berharga atau eksotik bisa bertambah jumlahnya
  • Pengaturan kerapatan tegakan, yang dipengaruhi oleh diameter dan tinggi; Jika tegakan padat, diameternya kecil dan melambat, merangsang pertumbuhan, memiliki tinggi batang bebas cabang (TBBC) yang tinggi, serta dilakukan pemangkasan secara alami. Jika tinggi cabang bebas (TBBC) rendah atau bagian atas jarang, diameternya besar sehingga dilakukan penjarangan dan sebaliknya
  • Pengendalian pertumbuhan tanaman sesuai dengan kondisi ruang tumbuh dapat dilakukan dengan menyediakan ruang tumbuh yang optimal untuk bahan pangan pokok.
  • Kontrol rotasi, dimulai dengan penanaman, dilanjutkan dengan pemeliharaan, kemudian penjarangan, kemudian panen, dan panen kembali, dan seterusnya.
    Perlindungan dari hama dan penyakit melalui pemotongan sisa.
    Pelestarian ekosistem, tanah, pembentukan kawasan hutan dan juga siklus hara

Kegiatan silvikultur

Kegiatan di kehutanan ini meliputi:

Regenerasi hutan

Regenerasi hutan merupakan upaya memperbarui tegakan hutan dengan penanaman pohon baru. Jenis penanaman kembali, spesies yang digunakan, serta kepadatan tegakan pohon dipilih berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Peremajaan dapat dibagi menjadi peremajaan alami dan peremajaan buatan. Peremajaan buatan menjadi metode penanaman yang paling efektif karena lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan regenerasi alami. Saat menanam benih, akar yang belum tercabut, atau bahkan biji pun bisa digunakan.

Pemeliharaan hutan

Kegiatan atau kegiatan pemeliharaan hutan, antara lain sebagai berikut:
1. Pengayaan

Pengayaan atau pengayaan meningkatkan kepadatan tegakan hutan oleh tanaman di hutan yang sudah tumbuh.
2. Menipis atau menipis

adalah pengendalian jumlah pohon di suatu kawasan, misalnya dengan menebang pohon yang tumbuh tidak normal atau yang disebabkan oleh kualitas kayu yang buruk, sehingga dapat memberikan ruang yang lebih baik bagi pohon lain yang secara alami lebih sehat. Penjarangan ini seharusnya tidak memberikan ruang apapun untuk transplantasi. Penjarangan ini dapat dilakukan dengan cara tebang selektif atau dengan menebang pohon tertentu atau dengan menggunakan pola secara mekanis, misalnya dengan menebang baris atau titik tertentu. Penipisan ini sering terjadi karena alasan ekologis untuk melestarikan spesies tertentu dan bukan untuk meningkatkan hasil kayu.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dalam silvikultur adalah pemotongan cabang paling bawah dari pohon, yang tidak produktif untuk fotosintesis dan juga mencegah munculnya simpul. Kayu yang bebas knot memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Umumnya, cabang dengan daun yang sudah lama tidak menerima sinar matahari akan roboh dengan sendirinya, dan angin akan mempercepat runtuhnya cabang tersebut. Pohon dapat ditanam pada jarak tertentu sehingga cabang yang paling rendah sulit menerima sinar matahari dan efek robohnya cabang secara alami dapat terjadi tergantung pada tujuannya.

Sekian dan uraian tentang pengertian sulvikultur, fundamental, tujuan, kegiatan dan jabatan, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Sumber :