Pengertian & Penyebab Devaluasi

0 Comments

Pengertian-&-Penyebab-Devaluasi

Definisi devaluasi

Devaluasi merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah untuk mengurangi nilai mata uang lokal suatu negara relatif terhadap nilai mata uang asingnya.

 

Pengertian-&-Penyebab-Devaluasi

Singkatnya, devaluasi adalah keadaan dimana mata uang lokal memiliki nilai tukar atau harga yang menjadi lebih murah secara internasional.

Keadaan devaluasi berdampak besar pada perekonomian negara, khususnya kegiatan perdagangan internasional.

Penyebab devaluasi

Penyebab devaluasi adalah sebagai berikut:

Volume impor lebih sedikit

Devaluasi meningkatkan harga barang asing, membuatnya lebih sulit dan dikenakan pajak bagi orang untuk membelinya. Itu akan mengubah pola pikir masyarakat tentang membeli barang dalam negeri dalam jumlah impor.

Di sisi lain, penggunaan barang lokal akan semakin tinggi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pendapatan perkapita suatu negara.

Tingkatkan volume ekspor

Ketika nilai mata uang lokal rendah secara internasional, harga barang lokal dihitung murah oleh orang asing. Hal tersebut akan mendorong permintaan barang luar negeri untuk meningkatkan volume ekspor.

Peningkatan ekspor dapat meningkatkan peredaran mata uang asing seperti dolar di suatu negara sehingga meningkatkan posisi BOP (neraca pembayaran) dan BOT (neraca perdagangan).

Barang lokal lebih kompetitif

Kondisi devaluasi bisa menjadi salah satu penyebab pengusaha lokal bersaing di pasar internasional. Jumlah barang lokal yang dipasarkan ke luar negeri akan meningkat.
Bahkan harga barang lokal yang dirasa murah di luar negeri pun berubah sikap di kalangan orang asing, membuat mereka lebih memilih barang impor murah daripada barang lokal di negaranya yang cenderung lebih mahal. Dan juga karena memungkinkan pengusaha lokal di luar negeri menurunkan harga mereka.

Peningkatan devisa

Ketidakseimbangan antara kegiatan ekspor-impor yang volumenya lebih tinggi dari volume impor akan secara signifikan meningkatkan keuntungan perdagangan internasional dalam cadangan devisa. Cadangan devisa dapat digunakan untuk mengembangkan atau memulai bisnis yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meminimalkan pengangguran.

Pengaruh devaluasi

Devaluasi memiliki dua efek: efek positif dan negatif:

Dampak positif

Kebijakan devaluasi memiliki beberapa dampak positif:

A. Meningkatnya ekspor, melemahnya mata uang dolar membuat harga barang menjadi murah, hal ini memungkinkan konsumen asing mendapatkan barang bagus dengan harga rendah dibandingkan barang setara dari negara lain.

Seiring dengan peningkatan ekspor, jumlah pekerja akan meningkat karena perusahaan harus memproduksi lebih banyak barang, yang menciptakan risiko lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

B. Ciptakan keinginan untuk mengunjungi masyarakat karena yang menggunakan dollar bisa mendapatkan paket wisata murah. Peningkatan KTUR sangat baik untuk industri pariwisata, penjual suvenir, dan ekonomi lokal di mana turis menghabiskan uang.

C. Surplus perdagangan

Singkatnya, untuk surplus neraca pembayaran, negara mungkin telah memotong bahan baku impor untuk mengurangi defisit neraca pembayaran, tetapi hanya jika terlalu mendesak, terutama dalam konteks impor makanan pokok seperti kedelai, daging dan orang lain. Seiring dengan peningkatan ekspor, hal ini tentunya akan berdampak positif pada neraca perdagangan.

Dampak negatif

Kebijakan devaluasi memiliki beberapa dampak negatif:

A. Turunnya permintaan dan impor barang mahal akan berdampak buruk pada industri yang terkait dengan barang impor dan konsumen yang membeli barang impor.

B.Kenaikan harga barang atau inflasi, hal ini terjadi bila:

Pertama, perusahaan yang perlu mengimpor bahan baku menaikkan harga bahan bakunya untuk memaksimalkan keuntungan
Kedua, konsekuensinya adalah banyaknya uang yang akan diimpor ke dalam negeri akan meningkatkan permintaan barang dan harga akan naik.

C. Harga liburan mahal ke luar negeri

Tujuan devaluasi

Untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi jumlah impor. Diharapkan neraca pembayaran akan ditentukan.
Dapat meningkatkan konsumsi domestik. Hal itu bisa tercapai bila barang impor lebih mahal dari barang lokal.
Mencapai keseimbangan sehingga nilai tukar menjadi relatif stabil.

Contoh devaluasi di Indonesia

Contoh berikut menunjukkan devaluasi di Indonesia:

Kebijakan devaluasi pada 30 Maret 1950

Pada tanggal 30 Maret 1950, pemerintah Presiden Soekarno memeriksa uang dari Menteri Keuangan Syafrudin Prawiranegara (Masyumi, kabinet Hatta RIS).

Syafrudin Prawiranegara memotong uang kertas senilai Rp. 5 dan lebih tinggi, sehingga nilainya dibelah dua. Tindakan ini dikenal sebagai “Gunting Syafrudin”.

Sumber Wikipedia

Kebijakan devaluasi pada 24 Agustus 1959

Pemerintahan Presiden Soekarno oleh Menteri Keuangan yang dijabat bersamaan oleh Perdana Menteri Djuanda menurunkan nilai Rp. 10.000 mata uang bergambar gajah dan Rp. 5.000 dalam gambar harimau.

Baca Juga: