Koordinasi adalah: definisi, jenis, tujuan, penggunaan

0 Comments

Koordinasi-adalah-definisi-jenis-tujuan-penggunaan

Koordinasi adalah: definisi, jenis, tujuan, penggunaan

Definisi koordinasi

Koordinasi adalah proses menyeimbangkan dan menyeimbangkan semua aktivitas dan aktivitas dalam pekerjaan antara satu individu dengan individu lainnya guna mencapai tujuan dan tujuan bersama masing-masing pihak.

Koordinasi-adalah-definisi-jenis-tujuan-penggunaan

Jenis koordinasi

Ada dua jenis koordinasi di sini
Koordinasi internal

Koordinasi internal dibagi menjadi beberapa kategori:
1. Koordinasi vertikal

Di sini terdapat hubungan hierarki antara koordinasi dan koordinasi struktural, karena keduanya berada pada satu baris perintah.
2. Koordinasi horizontal

adalah suatu koordinasi fungsional dimana koordinatornya memiliki tingkat skala yang sama.
3. Koordinasi diagonal

adalah koordinasi fungsional di mana koordinasi berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang terkoordinasi tetapi tidak pada satu baris perintah.
Koordinasi eksternal

Koordinasi eksternal adalah koordinasi yang meliputi koordinasi fungsional, koordinasi eksternal berfungsi, koordinasi hanya horisontal, dan koordinasi eksternal bersifat diagonal.
1. Koordinasi vertikal

“Apakah koordinasi dilakukan oleh kepala daerah yang melaksanakan kegiatan pembangunan antar instansi atau antar kepala dinas lain, mis. B. Rapat staf, rapat kerja, dan rapat kepemimpinan.
2. Koordinasi horizontal

Di sini seorang pemimpin atau pimpinan selalu berhubungan dengan instansi lain yang diyakini ada hubungannya atau berkaitan dengan masalah pembangunan di bidang pekerjaannya.
Lihat juga: bola voli
Tujuan koordinasi

Menurut Siagian (1993: 110) tujuan koordinasi adalah:

Untuk menghindari konflik dan kontradiksi
Untuk mencegah persaingan tidak sehat
Hindari pemborosan
Untuk mencegah kekosongan waktu dan ruang
Untuk menghindari perbedaan pendekatan dan implementasi

Keuntungan koordinasi

Koordinasi menawarkan keuntungan sebagai berikut:

Terselenggaranya KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi) agar tujuan organisasi dapat tercapai seefektif dan seefisien mungkin.
Menjadi pemecah masalah dalam setiap masalah dan konflik semua pihak.
Memudahkan eksekutif untuk bersinergi dan mengintegrasikan tugas yang ada dengan pihak terkait. Semakin besar keterkaitan dengan unit / departemen yang berbeda, semakin besar kebutuhan akan koordinasi.
Mendukung kepemimpinan dalam sinergi dan pengendalian perkembangan satu unit ke unit lainnya.
Sehingga pihak manajemen dapat menyelaraskan kegiatan fungsional dengan tujuan yang berbeda dari masing-masing unit individu guna mewujudkan tujuan bersama dengan sumber daya yang tersedia terbatas seefektif dan seefisien mungkin.

Persyaratan koordinasi

Menurut Terry, prasyarat untuk berkoordinasi adalah:

Pengertian kolaborasi adalah pengertian kolaborasi yang sebagian terlihat.
Persaingan, di perusahaan besar sering terjadi persaingan antar bagian untuk bersaing satu sama lain demi kemajuan.
Semangat tim, bagian dari yang lain harus saling menghormati.
Esprit de Corps yaitu bagian yang saling menghormati akan semakin heboh nantinya.

Lingkup koordinasi

Menurut George R. Terry yang diterbitkan dalam bukunya Principles of Management (1964), bidang koordinasi meliputi:
1. Koordinasi dalam individu

Dari sudut pandang manajemen organisasi, koordinasi individu juga bisa menjadi urusan masing-masing individu dan tidak terkait langsung dengan manajemen organisasi atau perusahaan. Namun, keahlian masing-masing individu dalam mengelola dan menjalankan tugas organisasi dapat mempengaruhi keberhasilannya dalam mencapai tujuan pribadi.
Lihat pula: √ Letak geologi Indonesia berada
2. Koordinasi individu dari suatu kelompok

Ini dapat diamati baik dalam kerja tim dalam suatu organisasi dan dalam olahraga. Tanpa koordinasi yang baik, suatu tim mungkin tidak dapat mencapai tujuannya. Koordinasi antara individu versus kelompok terjalin seiring dengan penugasan tugas dan komunikasi timbal balik untuk menciptakan sinergi.
3. Koordinasi grup perusahaan

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, koordinasi sering terjadi dalam kelompok yang tertutup sebagai departemen. Harus ada koordinasi antar departemen agar tidak ada kegiatan atau program yang tumpang tindih dapat dilaksanakan. Koordinasi antar unit juga harus memfasilitasi langkah-langkah pencapaian tujuan.

 

Baca Juga :